Jurnal Studi Kasus Integrasi Sistem dalam Perusahaan Finansial

818 Words4 Pages
PENDAHULUAN Sejak perkembangan teknologi, terutama pada bidang sistem informasi, jumlah perusahaan yang bergantung kepada sistem informasi semakin meningkat. Namun, beberapa perusahaan cenderung membangun berbagai sistem yang berdiri sendiri untuk suatu tugas tertentu. Berbagai sistem tersebut telah dirancang dan dibangun pada environment yang sesuai dengan kebutuhan tugas mereka saja. Tidak ada pertimbangan untuk menghubungkan sistem satu dengan yang lain dalam perancangannya. Kesulitan mulai muncul ketika perusahaan ingin mengintegrasikan seluruh sistem yang mereka miliki. Kesulitan itu disebabkan karena sistem dibuat pada environment yang berbeda tidak dapat diintegrasikan dengan mudah. Integrasi sistem adalah kebutuhan yang penting dalam suatu perusahaan atau organisasi. Namun kebutuhan itu akan cukup sulit untuk direalisasikan karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sistem lama akan sulit untuk digantikan dengan sistem baru, karena sistem tersebut telah memiliki berbagai keperluan perusahaan atau organisasi. Jika ditinjau dari sisi bisnis, integrasi sistem dalam suatu perusahaan atau organisasi akan berdampak pada business process dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Dampaknya juga akan terasa pada beberapa bagian dalam perusahaan atau organisasi tersebut. PEMBAHASAN Jurnal yang akan dibahas dibawah ini berisi tentang pengertian, pentingnya, tantangan, dan dampak dari integrasi sistem. Terdapat juga studi kasus tentang sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finansial yang berencana menerapkan integrasi antar sistem mereka. Perusahaan tersebut bernama Fenton Financial Services (FFS). Pada awalnya, FFS hanya melayani customer secara offline. Suatu ketika, FFS mulai menyadari tentang pesatnya perkemban... ... middle of paper ... ...ada seluruh anggota manajemen untuk memperoleh keperluan integrasi yang lebih detail. Berdasarkan interview yang dilakukan, penting bagi EAI yang akan digunakan nanti untuk stabil, aman, dan tidak mengganggu operasi bisnis seperti keperluan mematikan sistem. Tim pengembang juga perlu mempelajari dan menganalisis business process lebih dalam untuk mencari kemungkinan kelemahan. Setelah business process dipelajari, ditemukan lagi kelemahan. Ketika customer selesai menyetor form penggadaian, ada serangkaian proses manual yang harus dilakukan oleh pegawai perusahaan. Penumpukan hingga duplikasi data akan terjadi ketika, misalnya, pegawai yang bersangkutan sedang tidak bekerja atau cuti. Hal ini akan mengarah ketidakkonsekuenan data dalam sistem. Setelah kelemahan dalam business process dimengerti, hasilnya adalah beberapa kriteria dalam pemilihan dan pengembangan EAI.

    More about Jurnal Studi Kasus Integrasi Sistem dalam Perusahaan Finansial

      Open Document